Mediatek merupakan produsen chipset yang berlokasi di Taiwan. MediaTek di Indonesia sering sekali diremehkan oleh para awam teknologi, terutama pada Mobile Phone. Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa smartphone dengan chipset MediaTek itu boros baterai dan cepat panas. Hal itu benar, tetapi itu sudah menjadi masa lalu dari MediaTek. Sekarang MediaTek telah meluncurkan chipset terbaru ber-arsitektur Krait seperti yang dipakai oleh Helio P10 dan Helio P60 yang merupakan chipset terbaru dari MediaTek.
Biasanya chipset MediaTek dikombinasikan dengan GPU Mali. Mali juga sering dianggap tidak dapat menjalankan gim-gim dengan baik dan banyak mengalami stuttering atau Frame drop. Hal ini juga menyebabkan popularitas MediaTek menurun. Tetapi banyak yang tidak mengetahui bahwa Samsung sendiri sudah mulai berpaling dari Snapdragon ke chipset buatannya sendiri yaitu Exynos yang memiliki GPU dari Mali. Seperti Samsung Galaxy S9 yang menggunakan CPU Exynos 9810 yang dikombinasikan dengan GPU Mali G72 yaitu seri tertinggi dari Mali yang sudah terbukti sendiri dapat bersaing dengan seri Adreno kelas Flagship yang merupakan milik snapdragon.
Dalam beberapa kasus juga sering ditemukan kelemahan dari snapdragon yang terkadang mengalami Throttling/kenaikan suhu secara tiba tiba dan pemborosan baterai. MediaTek juga digunakan di Smartphone murah yang sebenarnya kualitas dan performanya setara dengan 1 kelas diatas harga dari kelasnya.
Sebenarnya MediaTek bisa dan sanggup untuk berasaing dengan Snapdragon. Jadi sebagai awam, kita tidak boleh merendahkan suatu produk tanpa mencari-tahu informasi dari produk tersebut atau belum pernah mencobanya.





















